Ayat ini menetapkan hukum paling mendasar dalam Islam mengenai
dosa, yaitu bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa syirik
(menyekutukan-Nya), tetapi mengampuni dosa selain syirik bagi siapa
saja yang Dia kehendaki.
I. Bagian Pertama:
Hukum Syirik dan Pengampunan Dosa
Kata
|
I'rāb (Kedudukan
Gramatikal)
|
Keterangan/Status
|
إِنَّ
اللَّهَ (Inna Allāha)
|
Inna (Harf
Taukid) dan Ism Inna
|
Manṣūb
(berharakat fatḥah).
|
لَا
يَغْفِرُ (Lā yaghfiru)
|
Lā Nāfiyah dan
Fi'l Muḍāri'
|
Marfū'
(berharakat ḍammah). Fā'il-nya ḍamīr
mustatir (kembali ke Allah). Kalimat ini adalah Khabar
Inna pada posisi raf'.
|
أَن
يُشْرَكَ (An yušraka)
|
An Nāṣibah
dan Fi'l Muḍāri' Majhūl Manṣūb
|
Manṣūb dengan
fatḥah. Maṣdar Mu'awwal (An yušraka)
adalah Maf'ūl bih (Objek) dari Yaghfiru pada
posisi naṣb. Artinya: "Dia tidak mengampuni
perbuatan menyekutukan."
|
بِهِ
(Bihī)
|
Jārr wa Majrūr
|
Nā'ib al-Fā'il
(Subjek Pasif) dari Yušraka pada posisi raf'
(secara makna).
|
وَيَغْفِرُ
(Wa yaghfiru)
|
Wāw ('Aṭf)
dan Fi'l Muḍāri' Marfū'
|
Di-'aṭaf-kan kepada
Lā yaghfiru.
|
مَا
دُونَ (Mā dūna)
|
Mā (Ism
Mawṣūl)
|
Maf'ūl bih dari
Yaghfiru pada posisi naṣb. Dūna (selain)
adalah Ẓarf yang Manṣūb dan Muḍāf.
|
ذَٰلِكَ
(Ḏālika)
|
Ism Išārah
(Kata Tunjuk)
|
Muḍāf Ilaih
bagi Dūna pada posisi jarr (secara makna).
|
لِمَن
(Li man)
|
Lām (Jārr) +
Man (Ism Mawṣūl Majrūr)
|
Jārr wa Majrūr
terkait dengan Yaghfiru.
|
يَشَاءُ
(Yašā'u)
|
Fi'l Muḍāri'
|
Ṣilah al-Mawṣūl
(Anak Kalimat Penghubung) untuk مَن.
|